Jumat, 22 April 2011

PERANAN KEPALA SEKOLAH


A. LATAR BELAKANG .
Dalam perkembangan suatu negara tergantung pada mutu suatu pendidikan, karna pendidikan merupakan salah satu penunjang dalam perkembangan negara, dalam perkembangan modernisasi ini negara kita ingin mencoba ikut berpartisipasi dalam mengembangkan pendidikan seperti negara-negara maju khususnya.
Di negara-negara maju telah banyak mengalami perubahan terutama dalam hal pendidikan , karana bagi mereka pendidikanlah yang membentuk suatu negara itu akan berkembang pesat, seperti yang telah di katakan oleh orang Jerman pada waktu mereka kalah dalam berperang “pendidikan ku telah mati” , bagaimana pendidikan tersebut bisa berkembang? salah satunya cara mengembangkan pendidikan tersebut adalah mengembangkan sumber daya manusianya ( SDM ).
Manusia memperoleh sebagian besar dari kemampuannya melalui belajar. Belajar adalah suatu peristiwa yang terjadi didalam kondisi-kondisi tertentu yang dapat diamati, diubah dan dikontrol ( Robert M. Gagne, 1977 ). Kemampuan manusia yang dikembangkan melalui belajar yaitu : ketrampilan intelektual, informasi verbal, strategi kognitif, ketrampilan motorik, dan sikap.
Guru atau pendidik dituntut untuk menyediakan kondisi belajar untuk peserta didik untuk mencapai kemampuan-kemampuan tertentu yang harus dipelajari oleh subjek didik. Dalam hal ini peranan desain pesan dalam kegiatan belajar mengajarsangat penting, karena desain pesan pembelajaran menunjuk pada proses memanipulasi, atau merencanakan suatu pola atau signal dan lambang yang dapat digunakan untukmenyediakan kondisi untuk belajar.,karana Guru merupakan ujung tombak maju mundurnya pendidikan.
Seorang Guru bukan hanya mengajar, mentransper ilmu, memberikan rumusan-rumusan, teori-teori saja, tapi Guru juga mendidik ,memberikan latihan-latihan,memberikan contoh yang baik sebagai suri tauladan bagi siswa-siswinya, dan yang terpenting Guru sebagai agen perubahan bagi siswa-siswinya, baik perubahan dalam ilmu pengetahuan, sikap maupun ketrampilan kearah kedewasaan.
Banyak orang mengatakan GURU adalah kependekan dari “ DIGUGU DAN DITIRU “ artinya seorang Guru diturut atau diikuti  segala kata-katanya, dijadikan contoh segala sikap dan tingkah lakunya, dianggap orang yang serba tahu, serba bisa dan trampil diberbagai bidang.Untuk menyikapi opini masyarakat tersebut, seorang Guru harus mau mengembangkan dirinya, harus mau belajar, melatih diri , melatih ketrampilan, harus mau mengembangkan pengetahuannya, menambah wawasan. Sebagai agen perubahan, Guru harus mau merubah dirinya dari paradigma lama ke paradigma yang baru, sebelum merubah orang lain atau siswa.
Guru atau pendidik seorang propesional dalam melaksanakan tugasnya, tidak terlepas dari Peran seorang kepala sekolah, peran teman sejawat, siswa, komite,dan masarakat atau lingkungannya.

B. RUMUSAN MASALAH.
1.      Pengertian difusi.
2.      Pengertian inovasi.
3.      Peran change agents atau peran agen perubahan.
4.      Peran Kepala Sekolah.
5.      Ciri Guru professional.

C. PEMBAHASAN MASALAH.
1.   Pengertian Difusi.
Menurut pendapat Rogbert M. Gagne(,1977 ). Difusi adalah :Proses mengkomunikasikan inovasi ,mengadopsi,melalui suatu saluran dalam suatu rentang waktu diantara anggota suatu system social termasuk system pendidikan.Yang memungkinkan suatu inopasi diketahui oleh orang banyak dan dikomunikasikan sehingga menyebar luas dan akhirnya digunakan oleh masyarakat.
Anggota  sistem social yaitu Individu,Kelompok informal,organisasi atau subsistem.Proses difusi terjadi karena ada yang menginginkan atau secara sengaja merencanakan dan mengupayakan terjadinya suatu perubahan.
Menurut Ibrahim M, (1988;50). Difusi adalah:Proses komunikasi inovasi antar warga masyarakat dengan menggunakan saluran tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.
Komunikasi disini dalam arti terjadinya saling tukar inpormasi antar individu baik secara memusat (konvergen) maupun memencar (divergen) yang berlangsung secara spontan sehingga terjadi kesamaan pendapat antar warga masyarakat tentang inovasi.
2. Pengertian Inovasi .
Menurut pendapat Rogbert M. Gagne (1977).Inovasi adalah:
Ide ide,praktik,maupun objekyang dianggap suatu hal yang baru oleh unit unit adopsi,baik itu individu maupun organisasi.
Baru disini bukan hanya  pengetahuan nya yang baru ,tapi termasuk seseorang yang sudah mengetahui hal yang baru,tapi belum mengembangkan sikap suka atau tidak suka,sikap menerima atau menolaknya.
Inovasi disini adalah suatu proses perubahan yang menekankan pada penerima atau pengadopsi (adaptors) dari pada inovasi itu sendiri.Hal ini disebabkan karena asfek kebaruantidak menjadi tolak ukur dari suatu inovasi.
Menurut Ibrahim M (1988; 50). Inovasi adalah : suatu ide, barang ,kejadian ,metode yang diamati sebagai suatu ide baru bagi seseorang atau kelompok orang,baik berupa hasil invensi atau diskoveri,yang diadakan untuk mencapai tujuan tertentu.
Baru disini diartikan :sesuatu mengandung berbagai alternatif.
Kuntyoshy Urabe berpendapat bahwa Inovasi adalah:
Pemunculan satu ide baru dan implementasinya kedalam suatu produk,jasa,proses,sehingga bias menimbulkan pertumbuhan yang dinamis dalam suatu bidang tertentu.Inovasi bukan merupakan suatu fenomena yang terjadi seketika,tapi merupakan proses kumulatif yang panjang dari banyak proses pembuatan keputusan organisasional,yang dimulai dari pemunculan ide baru sampai kepada tahap penerapannya,yang merujuk pada persepsi tentang suatu kebutuhan pelanggan baru atau suatu cara produksi tertentu.
Hinter Huber (1986) berpendapat bahwa Inovasi adalah:
 a. Berkaitan dengan proses dan produk.artinya inovasi lebih ditekankan pada metode,cara,strategi dan hasil.
 b.Berkaitan dengan perubahan 2 yang revolusioner atau               bertahap(incremental),artinya inovasi ditekankan pada cara2 untuk memperbaiki atau meningkatkan proses produk tanpa mengubah produk dasar, perubahan yang radikal.
Menurut Seels dan Rychey (2000;50-51). Difusi Inovasi adalah :
Proses berkomunikasi melalui strategi yang terencana dengan tujuan untuk adopsi . Ide, cara, atau objek baru bias benar2 baru jika ia merupakan hasil suatu penemuan baru (invention) hasil rekayasa dan dapat pula berupa ide,cara, atau objek baru yang diperbarui (renewal).
Dalam kaitan antara difusi dan inovasi mempunyai hubungan yang erat . Proses difusi dapat terjadi jika ada inovasi. dan merupakan syarat mutlak.
Dalam konteks teknologi pembelajaran,inovasi mengacu kepada pemamfaatan teknologi canggih ,baik perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware) .Tujuan utama aplikasi teknologi baru ini adalah untuk meningkatkan mutu ,efektivitas dan efesiensi pembelajaran. Metode dan strategi pembelajaran juga merupakan sebuah inovasi dalam pembelajaran.
Dalam suatu system pendidikan ,guru merupakan kunci dalam menentukan keberhasilan pembelajaran.Guru harus kreatif,selalu mencari strategi baru atau pencarian pendekatan yang menimbulkan terwujudnya berbagai macam inovasi dalam pembelajaran,wujud ,bentuk, dan upaya inovasi bermacam2,namun memiliki tujuan umum yang sama yaitu: Terwujudnya suatu proses pembelajaran berkualitas sehingga dapat meningkatkan kompetensi,kemampuan,ketrampilan,dan daya saing peserta didik suatu program pendidikan pada jenjang,jenis,maupun jalur pendidikan.
Difusi Inovasi dapat diterapkan dalam bentuk pendidikan :
a.      Sistem tatap muka,berbagai inovasi dilakukan yang berkaitan dengan metode,pemanfaatan media,system insentif untuk para pendidik,system managemen berbasis sekolah,atau penerapan prinsip manageman kualitas total dalam pengelolaan pendidikan.
b.      Sistem pendidikan jarak jauh yang berbasis korespondensi ,inovasi dilakukan dengan penerapan teknologi baru,seperti belajar elektronik,penerapan system tutorial serta bantuan belajar bagi mahasiswa dengan menggunakan media berbasis teknologi impormasi dan internet.
Inovasi harus berpusat atau bertitik tolak dan diciptakan atas dasar kesesuaian dengan peserta didik . Inovasi selalu menciptakan perubahan yang dinamis dari waktu ke waktu dan dari lingkungan budaya yang satu ke lingkungan budaya yang lain  dari peserta didik.
3. Peran Agen Perubahan ( CHANGE AGENT ).
Dalam Pengantar buku (edisi ketiga) Diffusion of Innovations, The Free Press, N.Y., Rogers, Everet M. (1983), penulisnya, menjelaskan bahwa edisi pertama terbit tahun 1962 dan edisi kedua (dengan judul Communication of Innovations: A Cross-Cultural Approach dan dengan penulis kedua F.Floyd Shoemaker) terbit pada tahun 1972.
Dalam Pengantar tersebut disajikan:
(a)    kesamaan difusi dengan riset persuasi:
(1) bukan komunikasi satu kepada orang banyak, tapi sesuatu yang dikerjakan bersama orang lain,
(2) tidak semata berpusat pada aksi atau isu (menjual produk, aksi atau kebijakan), tapi juga menjual kredibilitas diri dan/atau orang lain;
(b) kontras difusi (fokus lebih pada adopsi/ keputusan untuk menggunakan dan mengimplementasikan gagasan baru, bukan pada implementasi aktual atau konsekuensi inovasi) dengan riset persuasi (fokus lebih pada pengubahan sikap, bukan perilaku);
(c) pergeseran studi difusi dari yang mendasarkan pada model komunikasi linier (proses di mana pesan ditransfer dari sumber ke penerima) ke yang mendasarkan pada model komunikasi konvergensi (proses saling tukar informasi diantara sesama partisipan).
(d) definisi inovasi difusi sebagai pada dasarnya suatu proses sosial di mana informasi tentang gagasan baru yang dipersepsi secara subjektif dikomunikasikan.
Masalah yang dihadapi agen perubahan adalah :
(a) sebagai penengah antara agensi perubahan dan klien.
b) kemungkinan kesulitan mengolah informasi yang cenderung melimpah; sementara itu, masalah aide lebih parah lagi karena kredibiltas kompetensi atau profesionalismenya diragukan.
Tujuh peran agen perubah adalah:
(a) menumbuhkan kebutuhan dalam diri klien,
(b) membangun hubungan pertukaran informasi,
(c) mendiagnosa masalah klien,
d) menumbuhkan niat berubah pada klien,
(e) menerjemahkan niat klien ke dalam tindakan,
(f) menstabilkan adopsi dan mencegah diskontinu adopsi .
(g) mencapai hubungan terminal dengan klien (yaitu ketika klien berubah menjadi agen perubahan).
Kesuksesan agen perubahan tergantung pada:
(a) upayanya menghubungi klien,
(b) orientasinya yang lebih kepada klien, bukan pada agensi perubahan
,(c) tingkat kesesuaian inovasi dengan kebutuhan klien,
d) empatinya kepada klien,
(e) homofilitasnya dengan klien,
kredibilitasnya di mata klien,
(g) tingkat kesejalanannya dengan pemimpin opini dan
(h) kemampuan klien mengevaluasi inovasi. Selanjutnya,
Hubungan agen perubahan secara positif tergantung pada lebih tingginya klien dalam :
 dibahas mengenai sistem difusi sentralistik dipadu dengan sistem difusi desentralistik dan/atau penerapan kedua sistem tersebut disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam sistem difusi sentralistik, difusi dilakukan oleh pemerintah dan/atau ahli; sementara itu, dalam sistem difusi desentralistik, inovasi datang dari ekpserimentasi lokal yang sering dilakukan oleh pengguna itu sendiri dan/atau atas dasar saling tukar informasi untuk mencapai suatu pemahaman bersama. Difusi lewat network horizontal dilakukan unit lokal dengan tingkat kemungkin reinvensi yang tinggi.
4. Peran Kepala Sekolah.
Mari kita pikirkan proses dan waktu untuk kemudian seseorang bisa lulus ilmu kependidikan dan berprofesi sebagai guru. Selama 4  sampai 5 tahun mahasiswa keguruan  mengenyam pendidikan dibangku kuliah ilmu kependidikan, bahkan dengan waktu lebih singkat.  Kemudian dilanjutkan dengan magang disebuah sekolah. Jika beruntung ia akan bergabung dengan sebuah sekolah atau menjadi pegawai negeri  yang bersedia ditempatkan dimana saja. Tahun demi tahun berlalu, pada bayangan kita tentu seiring dengan bertambahnya masa tugas dan banyaknya pengalaman yang dilalui maka ia akan menjadi guru yang professional dan kreatif.
Jawabannya bisa ya atau tidak, dikarenakan berapa pun  lamanya  seorang guru melakukan  praktek mengajar disekolah  belum menjamin bahwa guru mampu menunjukkan profesionalismenya dalam bekerja. Banyak hal yang melatar belakangi hipotesa di atas. Seorang guru untuk bisa menjadi terampil dan professional membutuhkan faktor-faktor pendukung diluar dirinya.
. Guru memerlukan bimbingan dan arahan baik dari Kepala sekolah dan pengawas sebagai supervisor maupun dari rekan sejawat  untuk melakukan upaya mengembangan kompetansi dan profesionalismenya dalam mengajar.
Dukungan rekan sejawat juga termasuk faktor luar guru yang berpengaruh. Disebabkan dukungan jenis ini akan sangat efektif untuk membantu guru melakukan refleksi terhadap kinerjanya.  Ingat,  guru yang berhasil dalam menerapkan proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas dapat menjadi model bagi guru yang lain. Untuk itu sekolah sebagai lembaga perlu mewujudkan lingkungan kerja yang mendorong terjadinya peningkatakan profesionalisme guru.
Bagaimana kepala sekolah sebagai pimpinan dapat melakukan program dan kegiatan pengembangan profesionalisme guru. Beberapa langkah yang dilakukan:
  1. Memberikan arahan tentang job description yang jelas bagi guru.
  2. Menetapkan standar yang tinggi terhadap kinerja guru terutama dalam membimbing siswa belajar.
  3. Mendelegasikan tugas pada guru untuk dikerjakan secara kelompok.
  4. Memberikan waktu bagi staff untuk melakukan konsultasi.
  5. Mendorong guru menetapkan target kerja yang akan dicapai dalam satu tahun ajaran serta membantu dalam evaluasi tengan tahun sehingga guru dapat mengetahui apakah yang mereka lakukan tetap pada koridor yang benar.
  6. Menyusun program pelatihan peningkatan kompetensi guru dan melaksanakan secara berkala.
  7. Mendukung upaya guru untuk melaksanakan proses pembelajaran yang bekualitas.
  8. Mendorong guru melakukan lesson study, sehingga akan terbentuk komunitas belajar diantara guru.
  9. Melakukan evaluasi terhadap kinerja sekolah khususnya efektifitas proses belajar mengajar yang telah diselenggarakan mengacu pada kualitas hasil belajar siswa.
  10. Memelihara konsistensi dalam melaksanakan hal ini sehingga terbentuk budaya pembelajar dan peningkatan intelektualitas guru serta penghargaan terhadap kesempatan yang diberikan lingkungan untuk selalu meningkatkan diri.
Jika hal ini dilaksanakan oleh kepala sekolah, ditambah dukungan pengawas serta atmosfir positip yang diciptakan oleh rekan sejawat yang selalu berupaya mendukung,  maka akan terwujud sebuah sekolah sebagai lingkungan pembelajar dan pada gilirannya nanti akan melahirkan guru yang profesional dan terampil.
5. Ciri Guru propesional.
Ada 10 ciri guru professional yaitu :
1. Selalu punya energi untuk siswanya.
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran.
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif .Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik.
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.

5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua .
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi  panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya .
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum.
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga  memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan.
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik  untuk Anak-anak dan proses Pengajaran .
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam ke mereka miliki dalam kehidupan siswanya,sekarangdan nantiketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa .
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya..kehidupan  mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang kurang baik.

D.    KESIMPULAN.

1.      Difusi adalah : proses mengkomunikasikan inovasi, mengadopsi, melalui suatu saluran dalam suatu rentang waktu diantara anggota suatu system social termasuk system pendidikan,yang memungkinkan suatu inovasi diketahui oleh orang banyak dan dikomunikasikan sehingga menyebar luas dan akhirnya digunakan oleh masyarakat..
2.      Inovasi adalah : suatu ide,barang ,kejadian,metode yang diamati sebagai suatu ide baru bagi seseorang atau kelompok orang, baik berupa hasil invensi atau diskoperi, yang diadakan untuk memecahkan masyalah dan mencapai tujuan tertentu
3.      Peran Agen Perubahan yaitu:
(a) menumbuhkan kebutuhan dalam diri klien,
(b) membangun hubungan pertukaran informasi,
 (c) mendiagnosa masalah klien,
(d) menumbuhkan niat berubah pada klien,
(e) menerjemahkan niat klien ke dalam tindakan,
(f) menstabilkan adopsi dan mencegah diskontinu adopsi.
 (g) mencapai hubungan terminal dengan klien (yaitu ketika klien berubah menjadi agen perubahan).
            4. kepala sekolah sebagai pimpinan dapat melakuka program dan kegitan pengembangan professionalisme guru. Berikut beberapa langkah yang dilakukan oleh kepala sekolah:
  1. Memberikan arahan tentang job description yang jelas bagi guru.
  2. Menetapkan standar yang tinggi terhadap kinerja guru terutama dalam membimbing siswa belajar.
  3. Mendelegasikan tugas pada guru untuk dikerjakan secara kelompok.
  4. Memberikan waktu bagi staff untuk melakukan konsultasi.
  5. Mendorong guru menetapkan target kerja yang akan dicapai dalam satu tahun ajaran serta membantu dalam evaluasi tengan tahun sehingga guru dapat mengetahui apakah yang mereka lakukan tetap pada koridor yang benar.
  6. Menyusun program pelatihan peningkatan kompetensi guru dan melaksanakan secara berkala.
  7. Mendukung upaya guru untuk melaksanakan proses pembelajaran yang bekualitas.
  8. Mendorong guru melakukan lesson study, sehingga akan terbentuk komunitas belajar diantara guru.
  9. Melakukan evaluasi terhadap kinerja sekolah khususnya efektifitas proses belajar mengajar yang telah diselenggarakan mengacu pada kualitas hasil belajar siswa.
  10. Memelihara konsistensi dalam melaksanakan hal ini sehingga terbentuk budaya pembelajar dan peningkatan intelektualitas guru serta penghargaan terhadap kesempatan yang diberikan lingkungan untuk selalu meningkatkan diri.
.


5. Ciri Guru professional yaitu:
a. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
b. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
c. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
d. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.

e. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi  panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
f. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
g. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga  memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
h. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
i. Selalu memberikan yang terbaik  untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan  mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
j. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
T E R I M A   K A S I H
Saran saran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar